Pikiran Positif VS Pikiran Negatif

⁣⁣
Pernahkah kalian berada dalam situasi, ingin berpikir positif tetapi sulit. Malah pikiran negatif yang selalu muncul. Setiap kali kamu ingin berpikir positif, masih tidak bisa mengalahkan pikiran negatif yang muncul. Ya, itu wajar sekali.⁣⁣
⁣⁣
Adakalanya, kita memang tidak bisa menghalau pikiran-pikiran negatif tersebut. Begitu kuat pengaruhnya. Yang perlu kita sadari, bahwa sesekali kita memang perlu menerima pikiran negatif tersebut, menerima kenyataan apa adanya. Hidup memang tidak selalu suka. Kita harus bisa menerima hidup kita termasuk dengan segala dukanya, dengan segala pikiran negatif yang mungkin datang. ⁣⁣
⁣⁣
Hanya saja, jangan sampai kita terlalu fokus kepada pikiran negatif, hingga tidak mampu memetik hikmah atas setiap kejadian. Kita terlalu sibuk dengan prasangka tapi tidak berusaha mengubah setiap prasangka tersebut. Bukankah sudah dikatakan dalam kitab suci, bahwa Allah sesuai dengan persangkaan hamba-Nya. Oleh karena itu, mengelola prasangka ini juga penting. ⁣⁣
⁣⁣
Tidak masalah menerima hidupmu apa adanya. Dengan segala duka dan ujiannya. Boleh saja kamu berkata, "mengapa hal ini terjadi padaku?" untuk mengeluarkan emosi negatif. Tapi, jangan terfokus mengutuk kejadian tersebut dan menyalahkan ketidakmampuan dirimu. Kembalikanlah keadaan bahwa setiap kejadian, itulah yang terbaik bagi hidupmu. Untuk mendewasakan dan menguatkanmu. Dan teruslah berpikir bahwa setiap orang memikul ujian yang berbeda-beda hingga kamu tak perlu merasa sendiri. ⁣⁣
⁣⁣
Semoga kita semua mampu melewati pikiran negatif kita dengan baik, tanpa harus melukai diri sendiri apalagi melukai orang lain. Bismillah.. perasaan dan pikiran negatif itu akan hilang sendirinya dengan banyak bertasbih dan mengingat Allah 😊. ⁣⁣
⁣⁣
Photocredit: https://i.pinimg.com/

Berdamai dengan Waktu?

Heart of Emotions: Fotos


Apakah kalian percaya istilah waktu bisa menyembuhkan segalanya? Awalnya, saya percaya bahwa kita bisa berdamai dengan waktu. Kadang-kadang kita jadikan waktu adalah pembelaan. Seringkali kita berucap setiap usaha ada waktunya, setiap rezeki ada waktunya. Jodoh, sekolah, pekerjaan, kesuksesan atau apapun pencapaian lain, kita anggap linier dengan waktu yang telah ditentukan. Seolah-olah waktu adalah penyembuh segala ketidakberhasilan kita, segala penundaan itu, dan segala masalah yang belum selesai.

⁣Padahal waktu hanyalah sekumpulan masa. Bukan waktu yang menyembuhkan. Tapi diri kita sendiri yang mengambil sikap untuk menyembuhkan dirinya. Jika kita tidak mengambil sikap untuk bersabar, tetap berpikir positif, pantang menyerah, terus berusaha, apakah waktu akan menyembuhkan? Saya pikir tidak. Diri kita lah yang memilih untuk semakin kuat memikul ketidakpastian hidup. ⁣
Boleh saja menjadikan waktu sebagai alasan untuk menguatkan kesabaranmu. Tapi, waktu adalah ketidakpastian. Sementara bagaimana kamu mengendalikan dirimu adalah kuncinya. Kamu berhak mengambil setiap langkah dan meresponnya dengan sikap terbaik jika saja langkah itu gagal. ⁣
"Time is healing" might not work if you can't heal yourself. Berdamai dengan waktu tidak akan memberikan jawaban atas masalahmu. Rumi pernah bilang, "Dirimu adalah sumber kekuatan" Ya, kekuatan itu tentu saja tidak akan ada tanpa kedekatan dengan Zat yang memiliki dirimu. 
⁣⁣⁣
Give thanks to God yang telah membuatmu bisa melalui semua ini. Saya tahu beberapa di antara kalian telah melewati ujian yang mungkin sulit. Jangan putus asa. Terus berjuang! 



Tenang dalam Ujian

Forever Love — lijanaa: with ℒâ„īŅĩâ„Ŋ

Mungkin ada 4 tahapan agar dirimu bisa tenang menghadapi segala ujian hidup. Pertama adalah sabar, kedua adalah memaafkan, termasuk memaafkan dirimu sendiri yang tidak sempurna. Ketiga, adalah ridho (kerelaan hati) dalam bahasa psikologinya, accepting, tidak lagi denying. Kamu menerima segala hal yang tidak bisa kamu kontrol. Lalu, berusaha mengubah apa yang bisa kamu kontrol. Keempat adalah ikhlas. Ikhlas adalah emosi tertinggi. Katanya mudah diucapkan, tapi sulit sekali dilaksanakan. Kamu menerima segalanya dengan perasaan yang tak lagi terbebani. Kamu justru merasa semua yang menimpamu ada maksud baiknya dan itu pasti baik untukmu. Kamu melakukan sesuatu bukan karena manusia, tetapi karena Allah SWT. Kamu bahkan tidak butuh lagi pujian dan validasi dari orang lain. Yang terpenting bagimu adalah berbuat sebaiknya - baiknya untuk mendapat ridho-Nya.

Kamu sudah di tahapan mana?

Ayo bertumbuh bersama


Sedih itu Wajar

beginning of cherry blossoms

Mungkin kita perlu memahami bahwa setiap orang itu punya kisah pilunya masing-masing. Kita berdiri hingga sekarang ini karena melewati masa lalu yang mungkin tidak mudah. Orang-orang melalui perjuangan yang berbeda dan berliku. Dan tidak layak kita hakimi, dia lebih beruntung karena terlihat sangat bahagia dan populer. 

Ketahuilah, setiap orang punya kisah sedih masing-masing yang mungkin hanya dirinya dan Tuhan yang tahu. Dia akan menangis apabila tidak ada orang yang melihatnya. Dia sangat pandai menyembunyikan tangisannya. Hingga yang dilihat orang lain hanyalah senyum manisnya dan kisah suksesnya. 

Marilah kita terus berupaya untuk berempati terhadap orang lain. Bisakah kita membayangkan bahwa orang yang terlihat bahagia ini atau kita sangka selalu senang juga memiliki kesedihan yang tidak ingin ia bagikan. Karena memang Tuhan menghendaki kita agar tidak sedih terus menerus. 

Bukan berarti kita tidak boleh bersedih. Bersedih itu wajar. Menangis itu wajar. Menangis adalah cara kita meluapkan emosi. Semoga setiap orang yang memiliki ujian, tetap tabah dan tegar. InsyaAllah, bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Allah tidak pernah tidur.

"Laa tahzan innallaha maa ana"

Photocredit: venyouspace.com

Dunia Sementara, Akhirat Selamanya

sakura

Tidak ada orang yang akan bahagia jika ia memusatkan hatinya pada dunia. Semua yang indah di depan mata seperti jurang. Katamu, jika hati terpusat pada kekekalan akhirat, maka dunia menjadi lebih kecil, lebih tidak bermakna. Kita akan berhati-hati pada setiap pilihan yang mungkin menguji.

Kalau manusia lain bisa melewatinya, maka kita pun bisa. Kalau mereka bisa tumbuh bermanfaat, maka kita pun bisa menyebarkan kebaikan-kebaikan itu. Kalau orang lain bisa mengumpulkan lebih banyak pahala, maka kita pun bisa meraihnya. Kalau orang lain bisa menuntut ilmu lebih banyak lalu menyebarkannya, maka kita pun bisa. 

Kita hanya perlu berkomitmen, bahwa visi kita meraih surga, menemui Rasulullah, menatap wajah Allah. Katamu, dunia ini adalah hamparan ujian, maka maukah kamu membantuku melaluinya? Mari kita menangkan! 

Photocredit: flickr.com

Menikmati Proses

Kita hidup dimana kebanyakan manusia tidak lagi memikirkan apa itu proses. Padahal, untuk sampai pada takdir terbaik, seringkali berbagai macam rasa yang mengaduk-ngaduk hati, harus ditempuh. 

Sakit hati, kegagalan, kepahitan, kesedihan dan perasaan-perasaan negatif lainnya adalah jalan yang mungkin perlu kamu lalui untuk mengajarkanmu tentang makna syukur dan sabar. Bahwa, hidup itu memang berjuang.

Kamu yang menginginkan keberhasilan instan adalah fatamorgana. Keberhasilan itu adalah perjuangan dan pengorbanan yang telah ditempa bertahun-tahun. 

Sayangnya, banyak orang yang belum siap mental untuk menjalani proses yang mungkin rumit ke depan. Jangan takut memulai sesuatu yang baik. Karena ketika kamu berhasil, kamu akan selalu punya alasan untuk bersyukur. Dan kebahagiaan itu sungguh dekat dengan rasa syukur.

Photocredit: weheartit.com

Find Your Inner Peace


Soft pink

Mungkin sudah menjadi tabiat manusia, sering membandingkan kehidupan yang dimilikinya dengan kehidupan orang lain. Padahal seindah apapun hidup orang lain, mereka tetap manusia biasa yang juga memiliki ujian. Jangan pernah berpikir orang lain memiliki hidup yang lebih baik. Orang-orang hanya akan menyuguhkan gambaran yang sempurna dalam kehidupannya. Permasalahan muncul karena kita sendiri yang selalu melihat kesempurnaan hidup orang lain. Akhirnya kita sibuk membandingkan apa yang tak kita miliki. Kita mulai bertanya-tanya mengapa tidak memiliki hidup seperti yang mereka miliki.

Mulai sekarang berpikirlah bahwa itu adalah jebakan setan yang berusaha mengembuskan perasaan-perasaan negatif seperti iri, cemburu, membanding-bandingkan yang membuat kita menjadi tidak bersyukur. Berterima kasihlah kepada Allah atas apa yang engkau miliki sekarang, berterimakasih atas segala nikmat yang diberkahi olehNya.

Rasa syukur adalah harta yang paling berharga. Rasa syukur melahirkan ketenangan. Orang yang tenang akan selalu menang. Kepuasaan itu hadir jika kita pandai mensyukuri kehidupan. Sering-seringlah melihat ke bawah. Maka akan kau temui, betapa duniamu sebenarnya tidaklah lebih buruk dari dunia mereka. Hati yang qana'ah, ridha, syukur akan mendatangkan banyak ketenangan, juga kebahagiaan. Di dunia yang semakin sibuk ini, penuh persaingan dan kecemburuan sosial, jangan lupa untuk tetap merasa tenang dan damai. Find your inner peace ❤

Photocredit: https://i.pinimg.com/originals

Melepaskan


You have created a masterpiece keep inspiring us with your stunning content  NOW OFFERING SHOUTOUTS Have you visited our new website? @launchdsigns is now offering Instagram shoutouts at launchdsigns.com Click the link in our Bio.  Image by @olawaleaoladele  #LD_olawaleaoladele | @launchdsigns Selected by @stwesley Use our #launchdsigns  The family: @theuniversalart @xceptionaledits  The Team Founder: @stwesley Mod: @brockbagley  Design is thinking made visual. Saul Bass  Partners: @creativeopti

Sebelum menjadi masa lalu, ia pernah menjadi masa depan yang kita rencanakan, yang kita impikan. 
Masa lalu menyadarkan kita tentang harapan yang pernah menjadi nyata, tentang kenyataan yang harus kita korbankan. Masa lalu adalah doa yang dulunya kita pinta, atau semacam kegelisah, ketidakpastian yang berhasil kita lalui. 

Tak ada yang menyebutnya masa lalu sebelum kita berhasil menjalaninya. Hidup memang tak selalu berjalan baik. Tetapi ketika hidup semakin sulit, harapan dan cinta membuat kita semakin kuat.

Maka sikap terbaik terhadap masa lalu adalah penerimaan, melepaskan dan memaafkan. Bukankah Tuhan selalu menyediakan kanvas yang kosong untuk kita lukis dengan usaha terbaik, menjemput takdir terbaik

Hari ini, tahun 2019 akan menjadi masa lalu. Seperti apa kau menjalaninya? 
Apakah kesunyian masih menjadi nyanyian pengantar tidurmu? 
Tahun berganti, mulai esok, masa depan akan membawa harapan-harapanmu
juga tentang cinta dan rindu yang masih kau pertanyakan, 
masih kau tegaskan dalam doa-doamu. .

Untuk kamu yang masih sendiri, semoga segera bertemu dengan belahan jiwamu 😉
selamat menjalani harapan baru.

#Welcome2020

31 Desember 2019

Diberdayakan oleh Blogger.