Peluang Menjadi Baik




Katanya, setiap perempuan itu berpeluang menjadi lebih baik, jika ia tepat memilih pasangan hidup. Ia berpeluang menjadi lebih hebat dengan mimpi-mimpinya yang terwujud. Pasangan yang baik akan menemukan cara untuk mendekatkan mimpinya pada kenyataan. 

Pun sebaliknya, laki-laki akan berpeluang menjadi lebih baik jika didampingi perempuan yang membenarkan mimpi-mimpinya, mengembangkan jiwanya dan memperhalus budinya. Tapi, tidak semua perjumpaan perempuan dan lelaki yang baik akan berujung pada kata sepakat. Tidak melulu kebaikan-kebaikan yang ada pada mereka akan cocok. 

Cinta tahu kemana ia berpulang. Jodoh tahu kemana akan saling memupuk keshalihan. Menjadi baik adalah tugas kita. Menemukan jodoh yang baik adalah usaha kita. Tapi, jodoh tetaplah misteri. Kadang yang kita sangka sudah dekat, malah semakin menjauh. Yang jauh dan tak pernah tersentuh, malah mungkin semakin dekat. 

Suatu hari nanti seseorang akan datang ke dalam hidup kita dan membuat kita sadar mengapa perkenalan-perkenalan sebelumnya tidak pernah berjalan baik.

Melbourne, 4 Mei 2017

Photo Credit: Miftahul Hidayah

Lelaki Langka



Hasil gambar untuk siluet lelaki

Di dunia ini, saya percaya masih ada lelaki langka. Lelaki yang tidak kebanyakan. Di saat banyak lelaki meluaskan pergaulannya dengan kesenangan yang tak bermanfaat. Mereka memilih untuk membatasi lingkungan mereka kepada hal yang positif saja. Mereka tidak eksklusif. Mereka tetap bergaul dengan semua orang, dari latar belakang yang berbeda. Hanya saja mereka memiliki prinsip yang membuat mereka menjadi sosok yang terhormat. Sosok yang disegani dan memiliki wibawa.

Mereka adalah orang yang masih teguh menundukkan pandangannya di saat banyak lelaki yang meliarkan pandangan matanya. Mereka yang mungkin masih konsisten tidak menyentuh lawan jenisnya karena sadar bahwa perempuan itu layak diperlakukan dengan baik, dihormati, dan dijaga. Mereka tidak ingin mengikat hati perempuan dengan ikatan yang rapuh. 

Mereka yang mendahulukan perempuan dalam kesempatan-kesempatan tertentu. Mereka tidak tega melihat para perempuan harus bekerja keras. Mereka mencegah para perempuan agar tidak dihinakan. Mereka membuat perempuan layak dihormati.

Sebagai anak, mereka yang sangat sayang dan patuh kepada ibunya, pun kepada ayahnya. Sebagai suami, mereka yang meluangkan waktu untuk membantu istrinya dalam pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, di tengah kesibukannya mencari nafkah. Sebagai ayah, mereka sangat penuh kasih sayang kepada anak-anaknya. Sebagai bagian dari masyarakat, mereka sangat baik kepada tetangganya. Lelaki seperti ini ada. Tentu masih ada. Semoga kamu segera bertemu dengannya.

Image from https://queenbee2108.wordpress.com

Tidak Ada yang Salah dengan Kesendirian




Di suatu waktu. Mungkin di saat-saat yang tenang, kau merenung. Memikirkan ihwal mengapa manusia diciptakan untuk berpasang-pasangan ketika kesendirian itu bisa membebaskan jiwa. Bisa mendekatkan kebahagiaan. Kau mencari-cari kebahagiaan kesana kemari. Kau mengunjungi tempat-tempat indah. Kau menekuni hobimu. Kau berkenalan dengan semua orang. Kau mengenal cinta kepada lawan jenismu. Tapi, tiba-tiba kau merasa sepi setelah menepi. 

Padahal jika kau mengunjungi dirimu sendiri, kau menemukan sebuah jiwa yang luas untuk ditanami kebahagiaan-kebahagiaan yang sederhana. Kau bisa berdialog dengan dirimu sendiri. Kau bisa menyelami keindahan alam dengan rasa takjub dan syukur. Terlebih lagi kau bisa berdialog dengan Tuhanmu. Kapanpun kamu mau. Kau pun menyadari. Kesendirian bersama alam, cinta kebaikan, dan cinta Tuhanmu adalah kebahagiaan yang langka. 

Namun, kamu tak harus menjadi seorang diri selamanya. Karena di sebuah tempat yang masih misteri, ada seseorang lain yang juga tengah merenungi kesendiriannya. Dia mungkin mencari-cari kapan waktu yang tepat untuk menggenapkan kesendiriannya. Sama seperti dirimu yang juga rindu mencari kawan ke surga. 

Percayalah kesendirian yang telah kau lalui dalam kemuliaan dan kehormatan menjaga diri akan dicatat sebaik-baiknya oleh Tuhan. Tuhan akan mengirimkanmu Lelaki atau Wanita yang sama seperti dirimu. Yang selalu betah menghabiskan waktu dalam kebaikan dan kebermanfaatan. Setiap kebaikan akan dibalas dengan kebaikan. Begitu yang telah kau pahami bukan? 

Melbourne, 1 Mei 2017
Photo Credit: @tutystarlet

Diberdayakan oleh Blogger.